Batal Naik Haji

Batal Naik Haji

Solusi Bebas Hutang Bebas Riba, Kesejahteraan Meningkat

Batal Naik Haji

Oleh: Jonru Ginting

Tanggal 1 Januari 2013 lalu, Ibu saya tercinta meninggal dunia. Tentu sangat sedih rasanya. Namun di balik peristiwa kehilangan tersebut, ada satu kejutan tak terduga: Ibu punya tabungan haji sekitar Rp 30 juta di bank swasta. Dan keluarga kami sepakat bahwa tabungan tersebut diwariskan pada saya.

Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur, akhirnya ada jalan untuk naik haji, karena selama ini saya memang belum pernah naik haji. Bahkan umroh pun belum pernah. Belum ada dana atau anggaran untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Waktu itu, saya ingin langsung mengurus dana haji tersebut ke Departemen Agama, agar cepat dapat nomor antrian. Namun istri saya berkata, “Saya juga mau buka tabungan haji. Nanti kita berangkat bareng ya.”

Maka, istri saya pun membuka tabungan haji dengan setoran awal Rp 500.000. Karena nunggu dia, maka saya pun membatalkan pengurusan dana haji ke Departemen Agama.

Dan hingga hari ini, pengurusan dana haji saya masih tertunda juga, padahal sudah tujuh tahun lebih.

Istri saya berkali-kali mengajak untuk segera mengurus dana haji tersebut. Dia bahkan mengubah keputusannya: “Kalau kamu mau berangkat duluan, gak apa-apa deh. Aku nyusul aja.”

Tapi entah kenapa, saya sekarang kok malas banget mengurus dana haji tersebut. Ada TIGA ALASAN UTAMANYA.

Pertama:

Kita kan sama-sama tahu, antrian haji di Indonesia itu lama banget. Bisa sepuluh tahun lebih. Saya malas menunggu selama ini.

Kedua:

Belakangan ini kan sering muncul berita di media, bahwa pemerintah mau menggunakan dana haji untuk keperluan lain. Duh, rasanya kok tidak rela jika dana haji saya digunakan untuk keperluan lain. Apalagi awal Juni 2020 ini, sedang viral berita tentang ibadah haji yang dibatalkan. Duh, kasihan banget kan, mereka yang sudah antri bertahun-tahun, sudah dapat jatah berangkat tahun ini, tapi eh tidak jadi berangkat? Gimana kecewanya coba?

Ketiga:

Saya punya tekad kuat untuk berangkat haji dengan layanan HAJI PLUS. Biayanya sekitar Rp 150 juta, kalau tak salah.

Memang sih, dari segi hitung-hitungan manusia, biaya sebesar itu tidak masuk akal bagi saya yang belum tergolong sultan hehehe… 🙂

Tapi tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak, Bukan?

Karena itu, saya minta pada Allah saja. SEMOGA SAYA SEKELUARGA BISA SEGERA BERANGKAT HAJI BARENG, DAN SEMUANYA HAJI PLUS. Biar gak perlu nunggu lama. Aamiin….

Dan alhamdulillah…
Saya semakin optimis dengan impian tersebut, khususnya sejak gabung Eco Racing.

Karena di Eco Racing ada reward Haji Plus, yang setara dengan reward Mocash atau mobil senilai Rp 150 juta.

Saya sudah mendapat reward Mocash pertama pada Desember 2019 lalu, atau 5,5 bulan sejak gabung Eco Racing.

Alhamdulillah, cepat banget, ya? Eco Racing emang gitu. Bisnis gak pake lama.

Jika melihat pergerakan jumlah poin, saya cukup optimis bahwa beberapa bulan lagi, saya sudah bisa mendapat reward Mocash berikutnya, yang insya Allah bisa ditukar dengan Haji Plus.

Impian yang dituangkan dalam bentuk tulisan, konon katanya akan lebih mudah terwujud.

Bismillah. Semoga IMPIAN BESAR ini segera TERWUJUD. Yang berangkat bukan hanya saya, tapi juga istri dan semua anak tercinta. Aamiin.

NB: Jika Anda juga ingin berangkat HAJI PLUS secara gratis dalam waktu dekat, yuk GABUNG ECO RACING SEKARANG JUGA. Insya Allah dengan izinNya, tak ada impian yang tak mungkin jika DIA sudah berkehendak.

Info Lengkap Eco Racing, KLIK DI SINI.

Jakarta, 3 Juni 2020
Jonru Ginting

Solusi Bebas Hutang Bebas Riba, Kesejahteraan Meningkat