Benarkah Corona Hanya Konspirasi? Simak Jawabannya pada Tulisan Ini!

Benarkah Corona Hanya Konspirasi? Simak Jawabannya pada Tulisan Ini!

Solusi Bebas Hutang Bebas Riba, Kesejahteraan Meningkat

Benarkah Corona Hanya Konspirasi? Simak Jawabannya pada Tulisan Ini!

Oleh: Jonru Ginting

Jika kita cermati, sebenarnya sejak awal virus corona mengandung sejumlah misteri yang sulit dipecahkan.

Pertama:

Soal obatnya. Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan corona. Tapi kemudian muncul berbagai macam berita:
Jahe merah bisa mengatasi corona
Jeruk bisa mengobati corona
Pisang bisa mengobati corona
dan sebagainya

Entah mana yang benar.

Kedua:

Katanya belum ada obatnya, tapi ternyata banyak pasien corona yang dinyatakan sembuh. Artinya: Virus ini sebenarnya sudah ada obatnya.

Ketiga:

Saya tertarik pada kasus Walikota Bogor, Pak Bima Arya. Beliau pulang dari luar negeri, lalu tes covid-19 dan dinyatakan positif. Sebelum tes, saya yakin beliau sudah “kontak fisik” dengan istri dan anaknya. Namun anehnya, anak dan istrinya tidak tertular (hasil tes mereka negatif), dan beliau kini sudah sembuh (Saya dapat cerita ini dari channel Youtube Aa Gym, episode wawancara dengan Pak Arya Bima).

Mohon jangan salah persepsi. Saya tentu TIDAK BERHARAP agar keluarga beliau tertular dan beliau tidak sembuh. Sama sekali bukan! Saya hanya “mempertanyakan” kasus ini dari segi “logika covid-19”. Yaitu jika kita tertular virus ini lalu kontak fisik dengan si A, maka si A pun pasti akan tertular.

Nah, yang terjadi dengan keluarga Pak Bima Arya, sangat berbeda dengan “logika covid-19” tersebut. Jadi wajar kan, jika saya heran lalu bertanya, “Ada apa dengan covid-19?”

Keempat:

Ada yang berkata bahwa corona adalah sebuah konspirasi jahat. Ada pula yang berkata bahwa corona ini murni wabah. Ada pula yang berkata bahwa virus corona sebenarnya ada, namun tidak separah yang diberitakan. Dan masih ada beberapa teori lainnya.

Manakah yang benar? Hm…. SAYA TIDAK TAHU.

Saya sampai saat ini belum tahu, apakah corona itu murni virus, atau rekayasa belaka, atau konspirasi tiongkok, atau apapun itu. Ilmu saya tidak cukup untuk menganalisis hal seperti ini.

Secara pribadi, saya orangnya cenderung berpikir pragmatis jika berhadapan dengan masalah yang rumit seperti ini. Saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah ada untungnya jika saya memikirkan berbagai macam kemungkinan seperti itu?”

Ternyata: TIDAK ADA UNTUNGNYA SAMA SEKALI. Cuma bikin pusing.

Karena itu, saya mencoba berpikir pragmatis saja. Sambil CARI AMAN dengan menerapkan KIAT-KIAT BERIKUT.

Kiat Pertama:

Kita tetap perlu menerapkan standar COVID-19, seperti jaga jarak, tetap di rumah, rajin cuci tangan, pakai masker, dst

Kiat Kedua:

Jangan takut keluar rumah, atau berkunjung ke rumah teman, dst, jika memang harus dilakukan. Tapi tetap hati-hati, dan tetap menerapkan standar COVID-19.

Kiat Ketiga:

Jaga kesehatan dengan cara berolahraga, minum vitamin, dst. Termasuk minum HapsPRO dari PT BEST Eco Racing (numpang iklan, boleh kan? Hehehe…)

 

Kiat Keempat:

Ini yang paling penting: Rajin berdoa, meminta pertolongan Allah. Perbanyak dzikir jika sedang keluar rumah. Sebab hanya Allah yang bisa melindungi kita dari segala marabahaya.

Kiat Kelima:

Tetap patuhi aturan pemerintah yang berhubungan dengan covid-19. Walau peraturannya aneh, patuhi saja. Selama tidak melanggar aqidah iman, lebih baik patuhi saja.

Kiat Keenam:

NEW NORMAL. Pemerintah RI telah menerapkan new normal dengan cara membuka mall dan masjid. Kita pun boleh mendefinisikan new normal ini dengan versi kita masing-masing, selama ini bermanfaat, menguntungkan, dan tidak membahayakan kesehatan kita.

Bagi saya pribadi, arti new normal adalah:
Kita mempersepsikan (bukan mendoakan lho ya, tapi mempersepsikan) bahwa wabah ini akan abadi, tidak akan pernah selesai.

“Lho apa tujuannya?”

Tujuannya adalah: Supaya kita tidak menunggu wabah selesai. Sebab kalau menunggu, kita bisa jadi capek, pusing, stress. Jadi lebih baik kita enjoy saja, persepsikan bahwa pandemi adalah NEW NORMAL. Kita nikmati keadaan yang ada sebagai kebiasaan baru, gaya hidup baru, tradisi baru, budaya baru. Lalu kita menyesuaikan diri.

Karena itu, kita harus mulai beradaptasi. Kita mulai hidup baru yang disesuaikan dengan situasi di tengah wabah.

Misalnya soal kebiasaan pakai masker jika ke luar rumah. Jadi anggap saja ini merupakan kebiasaan baru, bukan kebiasaan khusus di tengah pandemi.

Contoh lainnya: Dalam mencari rezeki, kita harus berusaha mencari rezeki dengan cara yang disesuaikan dengan situasi pandemi: Jika pekerjaan atau bisnismu saat ini sangat terganggu oleh kehadiran pandemi, maka coba cari pekerjaan atau bisnis lain yang sesuai dengan situasi pandemi.

* * *

Nah, menurut saya, menerapkan ENAM KIAT di atas jauh lebih bermanfaat ketimbang kita sibuk mencari tahu, apakah corona ini rekayasa, konspirasi, dan sebagainya.

Semoga bermanfaat, salam sukses selalu!

Jakarta, 8 Juni 2020

Jonru Ginting

Solusi Bebas Hutang Bebas Riba, Kesejahteraan Meningkat

2 Comments

  1. Ijin Repost yaa Bang..
    Krn ini informasi yg sangat bermanfaat bgt bwt masyarakat yg masih bingung soal wabah Corona..

Comments are closed.